permainan-permaian yang sering ku mainkan baik itu di komputer atau permainan nyata sering sekali ada unsur kompetisi dan itu mengharuskan sebagian orang menang dan sebagian kalah. memang bagus dengan begitu seseorang akan termotivasi untuk terus berusaha dan menjadi yang paling baik.
menurutku dalam pandangan umum bahwa orang yang menang pastinya lebih bagus dan lebih baik dari yang kalah, padahal pada kenyataanya. setiap orang akan ahli dibidangnya masing-masing. jadi seharusnya jawaban dari pertanyaan seperti siapa yang paling baik aku atau kamu, dia atau kamu, mereka atau kita, adalah sebagian lebih baik di bidang tertentu dari sebagian yang lain.
dikehidupan kampus sering juga ku jumpai permainan-permainan dalam kegiataan keorganisasian yang mana itu melatih teamwork, kreatifitas, leadership dan lain sebagainya. tapi ku belum pernah menjumpai sebuah permainan yang mengharuskan pemainnya untuk kalah. kekalahan atau kegagalan memiliki dampak yang tidak bisa dianggap remeh, apabila seseorang tidak bisa menyikapi kekalahan/kegagalan dengan baik akan berakibat fatal bagi orang tersebut khususnya dalam perkembangan mentalnya.
maka dari itu ku memiliki sebuah ide berupa kerangka permainan untuk melatih mental dan dapat melihat dari sudut pandang lain sebuah kegagalan/kekalahan, dan kerangka permainan ini layak untuk digunakan khususnya di kalangan kampus. kerangka permainan ini bernama “Final Game”
Final Game mengambil filosofi kehidupan manusia, pada dasarnya manusia itu terlahir di dunia memiliki tanggu jawab atas dirinya sendiri. seiring berjalannya waktu itu tanggug jawab individu manusia itu mengharuskan untuk berinteraksi dengan manusia yang lain dalam posisi sosial tertentu. coba perhatikan posisi sosial kita saat ini, pastinya ada posisi yang kita perjuangkan sendiri (kita memilih) dan posisi dimana kita ditentukan (ditentukan orang lain / pihak lain).
Final Game merupakan permainan besar yang didalamnya terdapat sub-sub permaianan dengan aturan-aturan terntentu. dan ini adalah permainan individu.
berikut pola permainan dari Final Game
| No | Jenis | Lawan | Jumlah Permainan | Hasil Permainan | Bentuk |
| - Individu - Kelompok | - Peserta - Panitia - Waktu | - Tidak Terbatas - Dalam Waktu Tertetu | - Menang atau Kalah - Menang atau kalah atau Seri | Disesuikan Dengan Kriteria yang dipilih |
dari kriteria tabel diatas dapat diketahui bahwa ada 23 kemungkinan sub permainan yang mungkin dilakukan.
bentuk permainan harus disesuikan dengan kriteria yang dipilih
sebagai contoh seperti tabel dibawah ini:
| No | Jenis | Lawan | Jumlah Permainan | Hasil Permainan | Bentuk |
| 1 | - Individu | - Peserta | - Tidak Terbatas | - Menang atau Kalah | Panco |
| 2 | - Kelompok | - Peserta | - Tidak Terbatas | - Menang atau kalah atau seri | Futsal |
| 3 | - Individu | - Panitia | - Dalam Waktu Tertentu | - Menang atau Kalah | Tiup Balon |
| 4 | - Individu | - Waktu | - Tidak Terbatas | - Menang atau kalah | Rubik |
| dll |
kreatifitas dari panitia sangat diperlukan dalam menentukan sub permainan ini, permainan juga bisa ditambah aturan aturan khusus. atau bisa menggunakan permainan yang biasa digunakan asal memenuhi kriteria yang ditentukan.
Langkah-langkah Permainan
- Panitia menentukan pola permainan dan batas waktu.
- Panitia melakukan sosialisasi dan kepada Peserta, penjelasan dan peraturan dan menekankan bahwa permainan ini adalah permainan individu.
- Panitia menentukan jumlah target kalah,menang dan seri. yang harus didapat dari tiap Peserta. bisa sama atau berbeda beda. lebih baik Panitia menghitung segala bentuk kemungkinan. apakah target bisa membuat seluruh peserta lolos dari permainan ini atau tidak.
- Permainan dimulai.
Kesimpulan
dalam melakukan permainan Final Game ini sangat sulit untuk dapat lolos dengan mudah apabila tidak melakukan interaksi atau kerja sama dengan peserta lain. apapun permainannya itu tidak begitu penting, karena untuk lolos dalam permainan ini harus mendapatkan target yang diberikan. masalahnya target itu tidak selalu harus menang seperti kebanyakan permainan. ada target harus kalah dan seri.
permainan ini juga bisa menjadi tes case bagi peserta, dimana Panitia dapat melihat kemampuan dari setiap Peserta, siapa yang aktif siapa yang pasif, siapa yang pintar siapa yang tidak, siapa orang dapat menjadi Natural Leader bagi Peserta yang lain. dan siapa yang ahli dalam merencanakan dan siapa yang egois. Panitia bisa menggunakna data-data tersebut untuk mempermudah menempatkan posisi seseorang dalam Organisasi.
Menambah tingkat kesulitan dalam Final Game
meskipun sudah terbilang susah untuk lolos dari Final Game, masih saja tingkat kesulitan itu bisa ditingkatkan dengan melakukan beberapa rekayasa permainan diantaranya:
Penghianat
salah satu hal yang harus dihindari karena dapat mengakibatkan kerjasama tidak berjalan lancar adalah tidak adanya kepercayaan dalam kelompok. rasa saling mencurigai bisa saling menjauhkan antar individu dalam kelompok. maka dari itu Panitia melakukan rekayasa dan mengatakan kepada Peserta di awal permainan bahwa Panitia sengaja menyuruh orang untuk berpura-pura menjadi Peserta dengan tujuan untuk membuat sebanyak-banyaknya Peserta yang tidak lolos (bukannya ini mirip tugas setan kan).
Lantas apakah Panitia harus benar-benar menyuruh orang untuk menjadi penghianat? jawabannya adalah belum tentu. Panitia bisa mengatakan tetapi tidak melakukannya, hal ini akan membuat Peserta akan semakin menjadi-jadi dalam mencari siapa penghianat tersebut. karena memang tidak ada mereka akan putus asa dengan cepat kecuali orang-orang terentu saja, yang memiliki kualitas manusia yang lebih.
for more further discussion follow me at @muhammadrs
No comments:
Post a Comment