ku beranikan menulis tulisan tentang kecemburuan yang membingungkan ini
mendapat perhatian dari orang yang disayangi memang menyenangkan
sangat lumrah jika manusia saling sayang menyayangi
apabila telah sekian waktu perhatian itu berurang atau hilang tiba-tiba
sangat wajar jika merasa sedih
dan menjadi cemburu dengan hal-hal yang menyebabkannya.
lantas bagaimana jika hal yang menyebabkannya itu adalah proses upaya mendekatkan diri pada Tuhan?
apakah kita layak untuk cemburu?
cemburu kepada hal-hal yang sudah semestinya?
mungkin inilah sebagai perwujudan nyata cinta kita kepada sang Tuhan diuji
ketika cinta Tuhan dan cinta Makhluk dipertanyakan pada saat yang sama
lantas bagaimana harus menjawab dan menanggapinya?
sebagai manusia biasa yang lemah ini aku jujur
aku cemburu dengan apapun hal yang menyebabkan berkurangnya perhatian mu padaku
meskipun itu pada hal hal yang seharusnya
aku cemburu pada kebaikan-kebaikan sosial mu
aku cemburu pada ibadah-ibadah mu
bahkan aku masih tidak percaya aku memiliki pemikiran seperti ini
beribadalah kepada Tuhan secara secukupnya dan jangan berlebihan
rawatlah hubungan yang telah kamu bentuk dulu, dan jangalah meninggalkan begitu saja
Tuhan pun menyuruh mu untuk tidak melukai hati seseorang kan
dan Tuhan pun menyuruh untuk tidak meninggalkan hubungan baik dengan manusia
aku sadar begitu lancang untuk cemburu yang semaca itu.
sebagai sesama hamba Tuhan yang sama
aku harus belajar untuk menerima kecemburuan itu
kecemburuan yang kurang tepat
padahal sebagai sesama hamba Tuhan yang sama
aku juga mendapatkan hak yang sama untuk berdoa kepada Nya
aku bisa berdoa untuk merubah dia supaya memperhatikan aku lagi
atau
aku bisa berdoa supaya meberikan rasa ikhlas mendalam dalam hati ini
aku bebas memilih doa mana yang kupanjatkan kepada sang Maha Kuasa
dalam keadaan bingung-membingunkan seperti ini
keputusan ku sudah bulat yaitu menyerahkan semua pada Tuhan kita
yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang
kuputuskan untuk tunduk setunduknya pada Tuhan kita
karena aku percaya meski tanpa alasan
bahwa kecintaan kepada Tuhan kita tetap memiliki kedudukan paling tinggi
dan kecintaan akan makhluk berada beberapa tingkat setelahNya
@muhammadrs