hari yang direncakan berkali-kali akhirnya datang juga pada tangggal 4 januari 2014
disebabkan keinginan ibuk untuk membersihkan karpet mushollah rumah karena sudah kotor
katanya sudah 6 bulan lamanya tidak dicuci, mulai berbau dan banyak debu
membuat prosesi ibadah rutin tidak mengenakkan.
tidak seperti standart mencuci karpet seperti yang ada dalam benak ku,
ibu menyuruh hanya menyiraminya dengan akhir menggunakan selang panjang
kutarik karpet dari mushollah dan kugotong sampai luar, kutaruh jemuran baju yang sudah terpasang
ibu lalu membersihkan debunya, setelah itu ku alirkan air melalui selang sambil ku jepit dengan tangan ujung selangnya
hal ini kulakukan untuk menambah tekanan air yang keluar dari selah
dengan maksud hati debu-debu yang telah lama menempel erat pada karpet hilang tak karuan
ku lanjut mengantarkan ayah ke kota sebelah untuk sebuah urusan
siang hari dalam keadaan matahari sedang panas panas nya ku sampai rumah
memeriksa karpet yang tadi dijemur ternyata masih ada bagian yang belum kering
ku dibantu kakak perempuan nomer dua untuk membalik karpet
ku pikir bagian bawah harus merasakan panas matahari siang itu juga
sungguh mengejutkan!!!
ketika kugebuki karpet menggunakan kumpulan lidi
ternyata masih banyak debu yang berterbangan kesana-kemarin
itu pertanda bahwa usaha yang kulakukan tadi pagi sia-sia.
lantas ku gebuki terus karpet itu dibawah terik matahari yang panas
setelah beberapa saat ku rasakan panas matahari itu semakin panas
demi kebersihan akan karpet untuk ibadah rutin kuteruskan-
gebukin karpet sampai debunya yang berterbangan tinggal sedikit
aneh !
tiba-tiba terik matahari yang panas itu menjadi redup
pikiran dan perasaan menjadi liar dan menghasilkan gambaran batin yang bermacam-macam
mungkin Tuhan dengan kuasa tanpa batas NYA memberi ku keringan atas tugas dari ibu ini, menyuruh awan menghalangi sinar matahari yang membuat kulit ku sakit.
mungkin langit sedang bersedih karena ku gebukin karpet dengan keras dan tanpa jeda yang lama.
mungkin juga langit terharu melihat usahaku untuk membersihkan karpet dengan gigih walalupun panas matahari menyakiti.
atau
mungkin juga ini hanyalah kejadian alami, dan ku kebetulan saja gebukin karpet disaat ini.
ku tinggalkan karpet yang telah ku balik dan ku gebukin itu biar dia merasakan panasnya matahari yang menyakiti kulitku tadi.
@muhammadrs
No comments:
Post a Comment