1/31/2014

cemburu

ku beranikan menulis tulisan tentang kecemburuan yang membingungkan ini

 

mendapat perhatian dari orang yang disayangi memang menyenangkan

sangat lumrah jika manusia saling sayang menyayangi

apabila telah sekian waktu perhatian itu berurang atau hilang tiba-tiba

sangat wajar jika merasa sedih

dan menjadi cemburu dengan hal-hal yang menyebabkannya.

 

lantas bagaimana jika hal yang menyebabkannya itu adalah proses upaya mendekatkan diri pada Tuhan?

apakah kita layak untuk cemburu?

cemburu kepada hal-hal yang sudah semestinya?

mungkin inilah sebagai perwujudan nyata cinta kita kepada sang Tuhan diuji

ketika cinta Tuhan dan cinta Makhluk dipertanyakan pada saat yang sama

lantas bagaimana harus menjawab dan menanggapinya?

 

sebagai manusia biasa yang lemah ini aku jujur

aku cemburu dengan apapun hal yang menyebabkan berkurangnya perhatian mu padaku

meskipun itu pada hal hal yang seharusnya

aku cemburu pada kebaikan-kebaikan sosial mu

aku cemburu pada ibadah-ibadah mu

bahkan aku masih tidak percaya aku memiliki pemikiran seperti ini

beribadalah kepada Tuhan secara secukupnya dan jangan berlebihan

rawatlah hubungan yang telah kamu bentuk dulu, dan jangalah meninggalkan begitu saja

Tuhan pun menyuruh mu untuk tidak melukai hati seseorang kan

dan Tuhan pun menyuruh untuk tidak meninggalkan hubungan baik dengan manusia

 

aku sadar begitu lancang untuk cemburu yang semaca itu.

 

sebagai sesama hamba Tuhan yang sama

aku harus belajar untuk menerima kecemburuan itu

kecemburuan yang kurang tepat

 

padahal sebagai sesama hamba Tuhan yang sama

aku juga mendapatkan hak yang sama untuk berdoa kepada Nya

aku bisa berdoa untuk merubah dia supaya memperhatikan aku lagi

atau

aku bisa berdoa supaya meberikan rasa ikhlas mendalam dalam hati ini

aku bebas memilih doa mana yang kupanjatkan kepada sang Maha Kuasa

 

dalam keadaan bingung-membingunkan seperti ini

keputusan ku sudah bulat yaitu menyerahkan semua pada Tuhan kita

yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang

kuputuskan untuk tunduk setunduknya pada Tuhan kita

karena aku percaya meski tanpa alasan

bahwa kecintaan kepada Tuhan kita tetap memiliki kedudukan paling tinggi

dan kecintaan akan makhluk berada beberapa tingkat setelahNya

 

@muhammadrs

No comments:

Post a Comment