2/09/2014

nyamuk

sebelum ku menulis tulisan ini, tangan ku bernodakan darah….

darah kemungkinan besar telah diambil dari ku beberapa saat lalu

 

ku kerahkan konsentrasi ku untuk melakukan satu tindakan membunuh nyamuk.

entah kenapa tidak ada rasa terlalu berdosa dan penyesalan berkepanjangan ketika mengabisi nyawa nyamuk.

di salah satu tindakakn yang tepat satu nyamuk telah ku bunuh dengan tangan

ku jatuhkan ke lantai tanpa ada ketakutan untuk mengotori lantai

karena bankai nyamuk yang ringat itu akan dibawa oleh sekawanan semut

entah untuk apa, mungkin untuk dimakan disarangnya.

 

suatu ketika ketika ku memikirkan masalah nyamuk,

ku update status di facebook “adakah yang layak untuk musnah?” beberapa teman ku menjawab ada

lantas apakah nyamuk itu pantas untuk musnah/punah?

apakah akibat buruk bagi manusia jika tidak ada nyamuk?

apakah nyamuk yang telah banyak menyakitiku itu berada dalam posisi yang strategis pada rantai makanan?

 

pernah dengar bahwa yang melakukan penghisapan darah kepada manusia itu nyamuk betina

sedangkan yang jantan hanya pada hewan, tidah tahu apakah hanya untuk beberapa jenis nyamuk atau semuanya.

 

ibu ku pernah merasa diuntungkan dengan gangguan nyamuk yang dia terima, dengan itu dia bisa bangun malam untuk menunaikan ibadah.

 

ku masih tetap percaya bahwa segala sesuatu ciptaan Tuhan pasti tidak akan sia-sia, karena DIA itu Maha Mengetahui dan Maha Kuasa…

 

@muhammadrs

No comments:

Post a Comment