ketika ku selesai dengan urusan disuatu tempat dengan ayah
ku melihat satu tubuh dari makhluk yang kusukai
dia terbaring tidur dengan pulas diatas lantai putih, disampingnya ada sebuah sepeda tua warna biru
dengan masih dudu diatas motor ku majukan posisi dengan maksud mau memegang tubuhnya yang berbalut dengan banyak rambut putih itu..
beberapa saat setelah makhluk itu tersadar akan tangan ku yang dia langsung kaget dan berpindah tempat beberapa langkah.
ku memajukan motorku sambil masih duduk diatasnya, ku pegang lagi makhluk itu, kali ini dalam keadaan sadar.
makhluk itu merasa tidak senang dan mencoba untuk melukai tangan ku yang bersarung tangan tebal ini.
ku heran tidak biasanya makhluk kucing seperti itu berani dengan manusia, sangat jarang sekali.
mungkin karena kucing itu hidup dipasar, tempat yang keras untuk hidup.
makanan harus dicarai mereka tidak bisa bergantung pada sifat belas kasih manusia seperti kucing-kucing rumahan.
orang-orang yang hidup dipasar tentunya tahu akan kehidupan seperti itu.
pasar merupakan kumpulan dari begitu banyak kepentingan.
perlu upaya yang besar untuk bisa menguasai pasar.
setelah beberapa saat kucing itu akhirnya melunak juga, dia mau ku pegang berkali kali pada beberapa bagian tubuhnya.
tetap saja ketika mengenai salah satu bagian tertentu dia menunjukkan sikap marahnya.
kucing yang berkalung karet kucing itu, entah siapa yang memakaikan itu.
ku tidak melepasnya karena tidak terlalu berbahaya ubat si kucing.
ku berprasangka baik bahwa kalung karet kuning yang lecek itu sebagai pertanda dari seseorang.
untuk lebih mudah menemukannya dan memberikan kasih sayang kepadanya.
semoga saja.
ku tidak mungkin selamanya ditempat itu,
dan ku juga tidak mungkin membawa kucing itu pulang,
akhirnya ku putuskan untuk meninggalkannya ditempat itu,
tempat yang penuh perjuangan, pasar
@muhammadrs
No comments:
Post a Comment