2/07/2014

bagian yang tidak diketahui

akan selalu ada bagian yang tidak kita ketahui, begitulah nasib dari manusia.

ketidak tahuan menimbulkan suatu ketakutan tersendiri, maka dari itu manusia wajar jika selalu ingin tahu.

naluri kita untuk selalu mencari tahu terkadang tidak diimbangi dengan kamampuan untuk itu.

sehingga selalu ada waktu dan tempat dimana manusia harus benar-benar tahu apa yang sebenarnya.

 

sebagai contoh seorang teman di jejaring sosial facebook pernah mengupdate status tentang betapa marah dan kecewanya dia ketika dosen yang telah lama dia dan teman-temannya tunggu tidak jadi datang. kemaran itu diluakan melalui akun facebook nya.

kalau kita bisa berpikir lebih dalam lagi untuk kasus diatas. sebenarnya kalau boleh dilakukan pembagian alasan terjadinya sesuatu itu terbagi menjadi dua bagian besar. pertama alasan yang bisa diterima dan kedua alasan yang tidak bisa diterima. andai kata dosen teman di facebook saya itu ternyata mendapatkan suatu musibah sehingga dia tidak bisa datang untuk mengisi kuliah. tentunya teman saya tidak akan semarah itu kalau dia tahu alasannya.

berhubung ketidak tahuan alasan teman saya, dan ketidak tahuan itu lah yang menyebakan untuk menjadikan semua alasan yang ada keadalam alasan yang tidak bisa diterima.

sebenarnya teman saya bisa memilih untuk memberikan nilai yang lebih baik dari ketidaktahuannya. lebih baik lagi mencari tahu.dan mengetahui kebenarannya. tapi masih ada hal-hal lain yang lebih penting bukan? daripada sekedar tahu alasan kenapa dosen itu tidak datang.

jadi untuk hal-hal yang tidak begitu penting dan itu mengandung ketidaktahuan. alangkah baiknya kita berasumsi baik. sehingga tidak akan menguras tenaga kita dengan mengeluarkan emosi yang berlebihan.

 

kenyataanya kita bisa juga disenangkan atau disusahkan dengan hal-hal yang diluar fakta, yaitu prasangka.

 

@muhamamdrs

No comments:

Post a Comment