hari ini dengan mata kepalaku sendiri aku melihat seorang pengemis lumpuh yang ku tahu sejak sd dulu mengemis ditempat tersebut didatangi oleh 2 orang berseragam hijau (hansip) mereka berdua menyuruh pergi pengemis tersebut tidak dengan paksaan tetapi hanya dibilangi saja. setelah itu kulihat pengemis itu menelepon memakai hp, kupikir dia mau menelepon saudara untuk menjemputnya tetapi tidak sebelum dia menyelsaikan nelponnya salah satu dari hansip itu memberhentikan sebuah becak dan pengemis itu naik becak itu, lantas diatas becak pengemis mengulurkan tangan berjabat tangan dengan kedua orang yang hendak meninggalkan lokasi mereka semua tersenyum. dan pergi entah kemana tujuannya.
di deket alun alun bangil ku lihat ada seorang polisi muda sedang marah marah kepada tukang becak yang sudah agak tua dan gemuk, polisi itu menyuruh tukang becak itu untuk pindah dari tempang mangkalnya.
kuketahui ternyata hari ini bangil akan kedatangan president indonesia, sby. ku tahu dari status teman teman ku di jejaring sosial facebook. dijalan jalan banyak tentara dan polisi. dan lagi ada sekumpulan anak anak kecil berseragam sc membawa bendera merah putih kecil dari plastik sedang menunggu dipinggir jalan sambil didampingi oleh 2 gurunya 1 laki-laki dan 1 perempuan. mungkin mereka disuruh menyambut president sby yang akan melewati jalan tersebut. tidak luput bendera bendera merah putih yang pada hari hari biasa tidak pernah terpasang disamping jalan raya.
benar benar hari yang tidak biasa dikota bangil, kedataang seorang president telah merubah sikap sebagian orang. hari ini mereka tidak berprilaku seperti biasanya.
ku bertanya dalam hati apakah memang seperti itu ketika orang orang salah satu orang besar dalam hal ini president sby datang? untuk apa mereka berbuat seperti itu? apakah mereka berusaha menunjukkan wajah kota bangil yang bersih, rapi, makmur, tertib dan ramah tamah? bukannya...
kalau memang orang yang datang itu benar benar memiliki kuasa dan orang itu baik hati juga, seharusnya kita menampakkan kita apa adanya, kerusakan dan keburukan kita kita tampakkan juga. karena dengan kebaikan hatinya dia akan mengerti dan karena dia berkuasa dia akan memberikan arahan, petunjuk bahkan bantuan kepada kita. orang baik yang tidak tahu tidak ada yang membutuhkan tidak akan pernah membantu kan?
secara sepintas tindakan tindakan diatas tidak bisa kuterima...
tapi ku mencoba berpikir lain..
dengan keterbatasan informasi ku berasumsi positif.
sebenarnya di daerah bangil tidak boleh ada pengemis sembarangan dan tidak boleh ada tukang becak yang mangkal sembarangan, tetapi karena ketidak tegaan para penegak aturan mereka dibiarkan saja, munkin karena alasan kemanusian mereka memperbolehkan hal hal tersebut terjadi. dalam hal ini mereka sengaja tidak menjalankan tugas mereka sebenarnya. sampai lama ...
dengan kedatangan seorang president, yang secara normatif president harus taat aturan dan memang benar president memiliki kekuasaan. para penegak hukum yang akan mengalami masalah ketika mereka tidak menjalankan tugasnya. jadi untuk hari ini saja mereka berusaha menegakkan aturan yang sebenarnya. celakanya sebagian orang orang yang sudah terbiasa dengan toleransi berlebihan itu terlanjut menikmati dan susah untuk berubah dengan cepat. makanya mereka menggunakan cara cara yang demikian.
asumsi positif ku diatas juga tidak bisa ku terima...
No comments:
Post a Comment