di salah satu pojokan alun-alun kota para tukang sampah pemerintah beristirahat bersama sambil menikmati makan dan minuman dari warung sebelah. salah satu diantara mereka dan itu yang termuda selalu berkeluh kesah sejak pertama kali menjadi tukang sampah 3 tahun lalu teman temannya sudah menganggapnya biasa dan tidak begitu memperdulikan keluhannya.
"kenapa orang-orang itu selalu membuang sampah sembarang, padahal sudah disediakan banyak tong sampah"
"pemerintah terlalu lembek sehingga rakyaknya tidak disiplin"
"mereka yang mengotori saya yang membersihkan"
"mentang-mentang orang kaya dan berpunya seenaknya saja mengotori linkungnan"
adalah beberapa keluhan yang sering terucap dari mulut tukang sampah tersebut, bahkan kemampuannya dalam mengeluh semakin bertambah mahir sampai-sampai dalam setiap dia dapat mengeluh sambil mengerjakan tugasnya membersihkan sampah berbarengan.
di salah satu hari di bulan september kehidupan tukang sampah itu mulai mengalami perubahan nasib ketika seorang anak kecil dengan 1 bungkus es di tangannya tidak sengaja mendengar keluhan tukang sampah, langsung saja anak kecil itu menuju dan berdiri tepat di hadapan tukang sampah pengeluh yang sedang duduk duduk bersama teman-temannya.
"mereka membuang sampah sembarang kamu yang membersihkan dengan begitu kamu bisa makan dan meneruskan kehidupan di dunia, apakah hal tersebut tidaklah cukup bagimu?"
tukang sampah pengeluh langsung berdiri dan dengan nada yang agak tinggi di menjawab
"ini bukan masalah makanan nak!!!, lihat saja begitu enteng dan mudahnya mereka membuang sampah sembarang tanpa ada rasa bersalah sedikitpun apakah mereka tidak mengganggap kami tukang sampah tidak ada??? apabila mereka tidak sembarangan membuang sampah tugas kami jadi lebih ringan tidak perlu membersihkan satu persatu setiap bagian tempat!!!. sekali lagi ini bukan masalah perut saja ini masalah keadilan, kemanusiaan dan yang terpenting harga diri!!!"
raut wajah anak kecil tidak berubah sama sekali setelah mendengar jawaban dari tukang sampah tersebut, tetap tenang santai, sambil memegang pundak anak kecil tersebut tukang sampah itu berkata dengan nada yang lebih tenang
"nak, kamu tahu kenapa orang-orang berperilaku seperti itu? itu karena tidak ada yang mereka takuti dan tidak ada yang mengajarkan kepada mereka tentang etika. di negeri dengan pemerintahan yang korup ini pendidikan hanyalah sebagai ladang pencari uang bertopeng malaikat. sehingga pendidik tidak lagi mendidik anak didiknya tetapi menjaga supaya mereka tetap senang dan tetap memilih mereka sebagai pendidik. hanya dengan begitu anak didik mau mengeluarkan uang kepada mereka. hasilnya lihat saja mereka yang mengaku berpendidikan tingkah lakukanya seperti sampah"
"lantas kenapa tidak ada yang mereka takuti, karena di negeri ini hukum tidak ditegakknya oleh pemengannya. mereka sadar dan paham betul bahwa kalau saja hukum tidak dibungkam dan dilemahkan akan menajadi boomerang bagi mereka sendiri, senjata makan tuan."
setelah mendengar penjelasan tukang sampah tersebut, anak kecil itu mengangguk dan mengatakan hal yang membuat tukang sampah tersebut tersentak
"ooooojadi seperti itu pendapatmu? okelah ku putuskan untuk menolong negeri yang kamu katakan korup ini. hal ini kulakukan sebagai balasanku karena negeri ini menjadi tempat dimana ku dilahirkan, menghirup udaranya dan makanan dari tanahnya. sebenarnya tidak ada keharusan apapun ku melakukan ini hanya saya ku pikir akan menyenangkan bagiku"
"tapi jangan salah paham dengan membayangkan cara-cara yang kulakukan bakal membuat semua orang senang, termasuk kamu dikemudian hari. ku tidak akan ragu-ragu meskipun itu harus mengalirkan cairan tidak pada peredaran, waktu dan porsinya baik itu orang lain maupun diriku sendiri"
dengan cepat anak kecil itu meminum habis minuman yang dia bawa, dia langsung membuang sampah tepat di depan tukang sampah pengeluh itu dan berkata
"ingat tidak ada satu hal pun yang bisa dilakukan oleh pengeluh seperti kamu, kecuali mengikuti aturan-aturan yang dibuat orang lain. terimalah kenyataaan ini dengan begitu kamu akan tetap hidup dan dengan hidup berarti kamu masih memiliki kesempatan untuk berhenti mengeluh dan bertindak"
anak kecil itu langsung berbalik dan meneruskan jalan santainya di alun-alun, lanngsung saja tukang sampah itu marah-marah tanpa beranjak dari tempat nya berdiri.
bersambung ....
@muhammadrs
"lantas kenapa tidak ada yang mereka takuti, karena di negeri ini hukum tidak ditegakknya oleh pemengannya. mereka sadar dan paham betul bahwa kalau saja hukum tidak dibungkam dan dilemahkan akan menajadi boomerang bagi mereka sendiri, senjata makan tuan."
setelah mendengar penjelasan tukang sampah tersebut, anak kecil itu mengangguk dan mengatakan hal yang membuat tukang sampah tersebut tersentak
"ooooojadi seperti itu pendapatmu? okelah ku putuskan untuk menolong negeri yang kamu katakan korup ini. hal ini kulakukan sebagai balasanku karena negeri ini menjadi tempat dimana ku dilahirkan, menghirup udaranya dan makanan dari tanahnya. sebenarnya tidak ada keharusan apapun ku melakukan ini hanya saya ku pikir akan menyenangkan bagiku"
"tapi jangan salah paham dengan membayangkan cara-cara yang kulakukan bakal membuat semua orang senang, termasuk kamu dikemudian hari. ku tidak akan ragu-ragu meskipun itu harus mengalirkan cairan tidak pada peredaran, waktu dan porsinya baik itu orang lain maupun diriku sendiri"
dengan cepat anak kecil itu meminum habis minuman yang dia bawa, dia langsung membuang sampah tepat di depan tukang sampah pengeluh itu dan berkata
"ingat tidak ada satu hal pun yang bisa dilakukan oleh pengeluh seperti kamu, kecuali mengikuti aturan-aturan yang dibuat orang lain. terimalah kenyataaan ini dengan begitu kamu akan tetap hidup dan dengan hidup berarti kamu masih memiliki kesempatan untuk berhenti mengeluh dan bertindak"
anak kecil itu langsung berbalik dan meneruskan jalan santainya di alun-alun, lanngsung saja tukang sampah itu marah-marah tanpa beranjak dari tempat nya berdiri.
bersambung ....
@muhammadrs
No comments:
Post a Comment