tulisan ini diperuntukkan kepada yang sudah tahu kisah tentang robin hood
sebuah kisah fiksi tentang seseorang yang gagah berani memimpin kelompok untuk merampas (mencuri) harta orang orang tamak nan serakah disuatu negeri, kemudian membagibagikan harta rampasan tersebut kepada orang orang yang miskin. hidupnya dipuja oleh orang orang yang miskin dan menjadi musuh utama dari golongan kaya, bekuasa lagi bejat.
ada yang berpendapat bahwa robin hood tidaklah mencuri harta benda, dia hanya mengembalikan apa yang telah dirampas dari hak orang orang miskin. ada pula yang berpendapat bahwa tindakan robin hood tersebut lumrah dan wajar karena mementingkan kepentingan orang banyak.
apapun alasannya tindakan robin hood tetaplah salah dimata hukum pada waktu itu, dan tindakan mencuri tetaplah salah dimata hukum saat ini.
adakah seorang robin hood tersebut sudah kehabisan cara untuk menegakkan keadilan dan untuk memeratakan sumber daya? atau jalan tersebut merupakan jalan yang paling mudah dilakukan dengan kemampuannya?
sekarang sejenak coba kita menggunakan sudut pandang lain melihat kasus robin hood ini.
ada dua kegiatan utama
1. robin mencuri harta benda
2. robin membagikan harta benda
ada dua respond yang berbeda
1. robin dimusuhi orang orang yang ia curi hartanya
2. robin dipuja orang orang yang ia beri harta
dan secara implisit, para pembaca dan penonton kisah tersebut diajarkan sebuah kisah bahwa tindakan robin itu baik dan lumrah.
pertanyaan yang muncul
1. apakah harta yang robin ambil sama dengan harta yang ia bagi?
2. apakah robin memberi tahu kepada orang orang yang mereka beri dosa dosa orang orang yang ia ambil hartanya?
3. apa yang akan ia ajaraka dan kataka kepada generasi muda penerusnya?
kisah robin hood dapat menginspirasi suatu kejahatan jenis baru, kejahatan yang begitu amat baik rupanya, kejahatan yang didukung oleh golongan orang orang yang lapar lagi tertindas. yang merubah era kejahatan fisik ke dalam kejahatan mental.
dengan alasan keadilan yang tampak enak.
dengan alasan kepentingan banyak orang.
dengan alasan harapan itu ada.
dengan alasan pengorbanan itu perlu.
maka kerusakan kerusakan bolehlah dilakukan, darah bolehlah mengalir dan kesengsaraan kesengasaraan sebagian orang bolehlah terjadi sebagai hukuman diatas dunia.
kejahatan seperti itu tentu butuh tipu daya yang besar, yang tidak hanya membutakan kelima panca indra, yang lebih besar mematikan hati nurani.
sudah saatnya tidak terlalu mempercayai apa yang kita lihat, apa yang kita dengar dan apa apa yang kita alami walaupun itu benar benar bisa menggetarkan jiwa.
kita coba menggunakan karunia besar yang telah diberi, yaitu akal fikiran sebagai pembeda dan penuntun.
mari berlomba lomba untuk menjadi pintar, karena kejahatan semacam itu tiadalah mempan kepada masyarakat yang belajar kemudian menjadi terdidik.
dan tugas dari setiap kita menjadi berilmu pengetahuan.
semoga kita dipertemukan dalam kebaikan kebaikan, melewati jalan dunia menuju surga, tempat kita bisa beruntung untuk bertemu dengan
muhammadrs
No comments:
Post a Comment