3/06/2014

mencari dengan hidung

sudah kesekian kali tugas untuk mencari bangkai ditimpakan kepadaku, karena hewan yang dimaksud adalah sejenis hama rumah tangga tentu bentuknya kecil dan sulit untuk dicari. mau tidak mau dengan adanya tekakan sosial sebagai seorang anak laki laki satu satunya ku cari bangkai itu dengan metode yang paling sederhana, menggunakan hidung.

bau bangkai itu menyengat sangat tidak enak dan menggangu selurung penghuni rumah, kalau bangkai itu tidak segera ditemukan akan berlanjut terus penderitaan seluruh penghuni. dengan berbekal hidung yang sehat ku bauhi tempat-tempat yang paling mungkin, hembusan angin yang masuk dari sela-sela rongga rumah membuat sumber bau semakin susah untuk dicari. tapi pencarian harus tetap dilakukan, segala bentuk ketidak enakkan harus ku tempuh demi keenakan seluruh penghuni.

sampai saat ini pada akhirnya pencarian selalu diakhiri dengan ditemukannya bangkai dengan berbagi kondisi, ada yang masih utuh ada yang sudah kering dan ada juga yang sedang sedang. semakin dekat bangkai dengan hidung semakin tajam bau dan semakin tidak enaknya perasaan ini. terlebih dengan penampakan yang begitu ada rasa ngeri tersendiri melihat kebusukan-kebusukan sesama makhluk Tuhan itu, ku gunakan alat seadanya untuk mengambil bangkai itu dari tempatnya hal tersebut untuk menghindari kontak langsung dengan bangkai walaupun begitu kontak batin tidak bisa dihandarkan.

bangkai itu disingkirkan ala kadarnya tidak dengan prosesi macam-macam seperti makhluk Tuhan yang lainya, tidak juga dihitung dampak pembuangannya. asal bangkai itu hilang dari rumah. tempat yang menjadi langganan untuk membuang itu adalah tanah kosong tak terawat baik itu milik pemerintah ataupun miliki tetangga jauh.

dari kejadian-kejadian itu memberikan ku sebuah pelajaran sekaligus mengingat kelakukan sebagian orang.

ada sebagian orang yang enggan untuk berurusan dengan kerusakan-kerusakan dunia, seolah mereka itu adalah orang yang suci bersih dan tidak pantas untuk berurusan dengan kerusakan-kerusakan itu. orang orang seperti itu memilih meninggalakn kerusakan-kerusaakan dunia dengan rasa nikmat atas keamanan dan keunggulan.

bagiku sebagian orang yang demikian adalah naif.

tidak bisa mengaitkan baik, buruk, destruktif dan konstruktif.

masih dapat dimaklumi kalau saja mereka itu telah mencari tahu apakah ada orang yang bakal mengatasi masalah itu, dengan begitu setidaknya ada sedikit harapan bahwa sebagian orang itu akan menceburkan diri kedalam perbaikan. tidak acuh tak acuh langsung pergi dengan segala kepentingan diri dibawa tanpa sisa.

memang harus ada pengorbanan-pengorbanan di antara kita guna kebaikan bersama dan selanjutnya. aku yakin dengan semakin pintarnya manusia dalam memanfaatkan akal pikiran yang diberikan, pengorbanan yang diperkukan akan semakin kecil.

hidung yang terhubung dengan jiwa dan raga ku itu akan digantikan oleh benda mati tanpa jiwa dalam tugas mencari bangkai-bangkai dunia.

 

@muhammadrs

No comments:

Post a Comment